Filsafat & Kebijaksanaan · Teologi

The Confessions of Saint Augustine

oleh Augustine of Hippo · Jul 2026

Kesulitan: Tinggi Tingkat: Dewasa Dwibahasa EN / ID

Buku ini adalah otobiografi spiritual dan refleksi filosofis oleh Agustinus dari Hippo, yang merinci perjalanan hidupnya dari masa kanak-kanak yang penuh dosa hingga pertobatannya menjadi Kekristenan. Dalam Buku I, Agustinus merenungkan sifat Tuhan, keberadaan manusia, dosa asal bahkan pada bayi, dan pencariannya akan makna. Ia menggunakan gaya doa dan introspeksi yang mendalam untuk mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan teologis fundamental tentang penciptaan, kehendak bebas, dan hubungan antara manusia dan Penciptanya.

Nilai Kehidupan dalam Buku Ini

Sifat Tuhan dan Penciptaan Dosa Asal dan Kondisi Manusia Pencarian Kebenaran dan Makna Perjalanan Spiritual dan Pertobatan Hubungan antara Iman dan Akal

Mengapa Buku Ini Penting

Dua sisi dari satu keputusan: membaca, atau menundanya.

Yang Anda Hindari

Siapkan diri Anda untuk perjalanan introspektif yang menantang dan mencerahkan. Buku ini akan mengundang Anda untuk merenungkan pertanyaan-pertanyaan abadi tentang iman, keberadaan, dan pencarian Tuhan, memperkaya pemahaman Anda tentang diri sendiri dan dunia.

Yang Akan Anda Dapatkan

The Confessions of Saint Augustine adalah mahakarya abadi yang menawarkan kedalaman substansi teologis dan filosofis yang luar biasa. Buku ini menghormati kecerdasan pembaca dewasa, menyajikan ide-ide yang menginspirasi dan memicu pemikiran mendalam, serta memberikan ruang luas bagi refleksi pribadi. Tidak ada sensasi murahan; daya tariknya berasal dari kejujuran dan kedalaman spiritualnya. Agustinus memperlakukan pembaca sebagai pribadi utuh yang mampu bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan eksistensial yang paling mendalam.

Tiga Hal yang Membuatnya Istimewa

Sebuah 'living book' — kaya ide, karakter tak terlupakan, narasi yang menghormati kecerdasan pembaca.

01

Karakter yang Menginspirasi

Perkembangan karakter sentral adalah Agustinus sendiri. Buku ini adalah catatan evolusi intelektual dan spiritualnya, dari seorang pemuda yang mencari kepuasan duniawi menjadi seorang teolog dan santo yang mendalam. Snippet ini menunjukkan awal dari kesadaran dirinya akan dosa dan kerinduan akan Tuhan.

02

Cerita yang Mengikat Hati

Buku ini mengikuti narasi otobiografi Agustinus, dimulai dari masa kanak-kanak dan masa mudanya yang penuh gejolak, melalui pencarian intelektual dan spiritualnya, hingga pertobatannya yang transformatif. Snippet ini memperkenalkan awal dari perjalanan tersebut, berfokus pada refleksi masa bayi dan sifat Tuhan.

03

Cocok untuk Dibacakan

Gaya narasi orang pertama dalam bentuk 'pengakuan' sangat cocok untuk tujuan buku ini. Ini memungkinkan Agustinus untuk berbicara secara langsung dan intim kepada Tuhan, sekaligus mengundang pembaca untuk menjadi saksi dan peserta dalam perjalanan spiritualnya yang sangat pribadi namun universal.

Gaya Bahasa

Cicipi nada dan ritme penulis — kutipan dari buku ini.

Great art Thou, O Lord, and greatly to be praised; great is Thy power, and Thy wisdom infinite. And Thee would man praise; man, but a particle of Thy creation; man, that bears about him his mortality, the witness of his sin, the witness that Thou resistest the proud: yet would man praise Thee; he, but a particle of Thy creation. Thou awakest us to delight in Thy praise; for Thou madest us for Thyself, and our heart is restless, until it repose in Thee.

What art Thou then, my God? what, but the Lord God? For who is Lord but the Lord? or who is God save our God? Most highest, most good, most potent, most omnipotent; most merciful, yet most just; most hidden, yet most present; most beautiful, yet most strong, stable, yet incomprehensible; unchangeable, yet all-changing; never new, never old; all-renewing, and bringing age upon the proud, and they know it not; ever working, ever at rest; still gathering, yet nothing lacking; supporting, filling, and overspreading; creating, nourishing, and maturing; seeking, yet having all things.

The weakness then of infant limbs, not its will, is its innocence. Myself have seen and known even a baby envious; it could not speak, yet it turned pale and looked bitterly on its foster-brother. Who knows not this? Mothers and nurses tell you that they allay these things by I know not what remedies. Is that too innocence, when the fountain of milk is flowing in rich abundance, not to endure one to share it, though in extremest need, and whose very life as yet depends thereon?

Lanjutkan Petualanganmu

Buku lain dari Augustine of Hippo dan rekomendasi sejenis dari kurator.