Non-Fiksi · Artikel & Esai

Under the Prophet in Utah

oleh Frank J. Cannon and Harvey J. O’Higgins · Jul 2026

Kesulitan: Menengah-Tinggi Tingkat: Dewasa umum Dwibahasa EN / ID

Buku ini adalah eksposisi kritis yang ditulis oleh Frank J. Cannon, mantan Senator Amerika Serikat dari Utah, bersama Harvey J. O’Higgins. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1911, buku ini menguraikan dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh Joseph F. Smith, pemimpin Gereja Mormon pada saat itu. Cannon menuduh Smith telah membangun 'despotisme' di Utah melalui kontrol agama, politik, dan finansial, melanggar janji-janji yang dibuat untuk mendapatkan status negara bagian bagi Utah, termasuk praktik poligami. Buku ini menyajikan narasi pribadi Cannon tentang perjuangannya melawan apa yang ia anggap sebagai tirani dan korupsi dalam kepemimpinan Gereja Mormon, dengan tujuan untuk membebaskan rakyat Mormon dari sistem tersebut.

Nilai Kehidupan dalam Buku Ini

Penyalahgunaan kekuasaan Korupsi politik dan agama Kebebasan sipil Otoritas agama dan kontrol ekonomi Jurnalisme investigasi Sejarah Mormonisme

Mengapa Buku Ini Penting

Dua sisi dari satu keputusan: membaca, atau menundanya.

Yang Anda Hindari

Selami narasi yang berani ini untuk memahami bagaimana kekuasaan dapat disalahgunakan, bahkan dalam konteks agama, dan bagaimana perjuangan untuk kebebasan dan keadilan adalah upaya yang tak lekang oleh waktu. Buku ini akan menantang pandangan Anda tentang otoritas dan mendorong Anda untuk berpikir kritis tentang struktur kekuasaan di masyarakat.

Yang Akan Anda Dapatkan

Buku ini adalah contoh luar biasa dari jurnalisme investigasi dan kritik sosial yang mendalam. Dengan kedalaman substansi yang kaya, nada yang menghormati kecerdasan pembaca, dan kehadiran 'living ideas' yang kuat tentang kekuasaan dan kebebasan, buku ini mengundang pembaca untuk merenungkan isu-isu kompleks. Penulis memberikan ruang yang luas bagi pembaca untuk menarik makna sendiri dari bukti-bukti yang disajikan, tanpa mengorbankan substansi demi sensasi. Ini adalah karya yang menghargai pembaca sebagai pribadi utuh yang mampu berpikir kritis dan terlibat secara sipil.

Tiga Hal yang Membuatnya Istimewa

Sebuah 'living book' — kaya ide, karakter tak terlupakan, narasi yang menghormati kecerdasan pembaca.

01

Karakter yang Menginspirasi

Meskipun ini adalah non-fiksi, karakter Frank J. Cannon berkembang sebagai seorang pahlawan yang berprinsip, yang awalnya bekerja dengan ayahnya untuk membebaskan Mormon, tetapi kemudian menjadi kritikus vokal ketika janji-janji dilanggar. Joseph F. Smith digambarkan sebagai antagonis yang semakin korup dan otoriter. Perkembangan karakter ini bukan dalam arti fiksi, melainkan dalam evolusi peran dan posisi mereka dalam konflik yang digambarkan, menunjukkan bagaimana individu dapat berubah atau mempertahankan integritas mereka di tengah tekanan kekuasaan.

02

Cerita yang Mengikat Hati

Buku ini mengikuti alur naratif ekspositori dan kronologis, dimulai dengan pengenalan masalah 'despotisme Amerika' di Utah, kemudian menceritakan pengalaman pribadi Frank J. Cannon dalam perjuangannya melawan kepemimpinan Gereja Mormon. Ini mencakup periode 'The Raid', misi ke Washington, Manifesto, perjuangan untuk status negara bagian, dan pengkhianatan janji-janji oleh Joseph F. Smith. Arc-nya adalah dari pengungkapan masalah, perjuangan pribadi, hingga seruan untuk reformasi, dengan fokus pada degradasi sistem dan dampaknya pada rakyat.

03

Cocok untuk Dibacakan

Narasi orang pertama oleh Frank J. Cannon (melalui kolaborasi dengan O'Higgins) sangat cocok karena memberikan perspektif otentik dan personal tentang peristiwa-peristiwa yang diceritakan. Ini menambah bobot emosional dan kredibilitas pada eksposisi, karena pembaca mendapatkan wawasan langsung dari seseorang yang berada di dalam dan kemudian menentang sistem tersebut. Gaya ini membuat isu-isu kompleks lebih mudah diakses dan lebih menarik.

Gaya Bahasa

Cicipi nada dan ritme penulis — kutipan dari buku ini.

This is the story of what has been called “the great American despotism.” It is the story of the establishment of an absolute throne and dynasty by one American citizen over a half-million others.

He is at once-as the details of this story show-”the modern ‘money king,’ the absolute political Czar, the social despot and the infallible Pope of his Kingdom.”

He traces the degradation of its communism, step by step and incident by incident, from its success as a sort of religious socialism administered for the common good to its present failure as a hierarchical capitalism governed for the benefit of its modern “Prophet of Mammon” at the expense of the liberty, the happiness, and even the prosperity, of its victims.

Lanjutkan Petualanganmu

Buku lain dari Frank J. Cannon and Harvey J. O’Higgins dan rekomendasi sejenis dari kurator.